Mempersiapakan Generasi Terbaik

Posted by Unknown | Rabu, 29 Januari 2014 | Posted in ,


Anak merupakan aset yang paling berharga dalam keluarga. Sebuah keluarga tidak lengkap bila tidak ada yang namanya buah hati (anak). Rasanya sunyi, sepi, dan entahlah apa namanya karena saya belum menikah dan berkeluarga. Yang jelas terasa ada yang kurang dengan hidup ini, meski semuanya serba cukup tetapi apalah gunanya jika tidak memiliki aset berharga yang satu ini.

Seorang anak merupakan penerus keturunan sebuah keluarga, dan ini berjalan tak pernah berhenti hingga seterusnya. Terus bertambah dan bertambah hingga menjadi sekelompok orang, dari satu daerah ke daerah lain, berupalu-pulau, bersuku-suku dan akhirnya berbangsa-bangsa. Hal ini disebabkan karena manusia terus berkembang biak.

Dalam agama Islam, anak merupakan sebuah amanat yang diberikan oleh Allah swt kepada orangtua (ibu dan bapak). Kelak amanat itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah dihari kiamat. Untuk itu mengajarkan agama dan membimbing anak ke jalan yang benar merupakan tugas dari orangtua. Dan begitu seterusnya, karena yang saat ini menjadi anak, kelak akan menjadi orangtua.

Dalam sebuah kisah, diceritakan ada orangtua yang ibadahnya baik, sholatnya tepat waktu, sedekah, suka menolong dan lain sebagainya. Ketika di akhirat, orangtua tersebut divonis masuk surga. Tetapi sebelum masuk syurga ada seorang pemuda yang meminta keadilan. Pemuda itu ternyata putra dari orangtua tersebut. Pemuda itu berkata "mereka memang ahli ibadah, suka menolong, sedekah dan lainnya, tetapi mereka tidak pernah mengajarkan saya shalat, puasa, dan membiarkan saya mabuk-mabukan, maksiat dsb".

Jika saya masuk neraka, maka mereka juga harus bertanggungjawab. Akhirnya orangtua tersebutpun masuk neraka bersama anaknya. Cerita ini menggambarkan dan mengajarkan kepada kita bahwa mendidik dan mengajarkan anak merupakan kewajiban orangtua. Sebab bagimanapun semuanya adalah amanat dariNya.

Al-Qur’an mengatakan bahwa anak/keturunan dan harta adala fitnah "Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu adalah fitnah dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (Al-Anfal: 28). Maksunya ialah dalam konteks harta dan anak seperti yang dikemukakan oleh Asy-Syaukani adalah bahwa keduanya dapat menjadi sebab seseorang terjerumus dalam banyak dosa dan kemaksiatan, demikian juga dapat menjadi sebab mendapatkan pahala yang besar.

Fitnah di sini juga berarti bisa menyibukkan atau memalingkan seseorang dan menjadi penghalang baginya dari mengingat dan mengerjakan amal kepada Allah swt, seperti yang digambarkan oleh Allah tentang orang-orang munafik, sehingga Dia menghindarkan orang-orang beriman dari kecenderungan ini. Inilah yang dimaksud dengan ujian yang Allah swt uji pada harta dan anak bagi manusia.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SWA juga menyebut keduanya sebagai pembuat pengecut dan kekikiran bagi manusia. Sebagaimana dalam hadits Aisyah ra ketika beliau memeluk seorang bayi, ”Sungguh mereka (anak-anak) dapat menjadikan seseorang kikir dan pengecut, dan mereka juga adalah termasuk dari haruman Allah SWT".

Empat Metode
Oleh karenanya, mari lah kita mempersiapkan generasi (anak) yang berkualitas serta memiliki pengetahuan dan kefahaman yang baik dalam agama. Adapun cara yang dapat dilakukan antara lain : a) Mengajarkan konsep Luqman. b) Mengajarkan keteladanan. c) Mengajarkan kejujuran dan d) Belajar keikhlasan.

Empat hal inilah yang hilang dari generasi anak masa depan. Kalau kita berkaca kepada kisah Lukman, bagaimana ia mengajarkan kepada anak-anaknya bagaimana mengenal tuhan dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. Dalam segala hal, yakinilah bahwa Allah membersamai langkah dan tindakan yang kita lakukan.

Miskin keteladanan, ya kata itu sangat tepat untuk diungkapkan. Pasalnya tak ada lagi yang dapat dijadikan sebagai seorang uswah (teladan) yang hidup, bagi generasi saat ini. Semuanya memiliki "track record" yang buruk. Hanya Rasulullahlah satu-satunya orang yang dapat dijadikan uswah, karena tindak dan tanduk beliau bagitu indah.

Kedua, yang patut dijadikan teladan adalah orangtua kita sendiri. Tetapi kebanyakan orangtua tidak mampu menjadi sosok yang dapat dijadikan sebagai uswah oleh anaknya. Berarti di sini lah tantangannya bagi para calon orangtua, bagaimana mempersiapkan diri untuk menjadi contoh yang baik dan panutan bagi anak-anaknya kelak. Yuk kita siapkan sedini mungkin, bagaimana sudah siapkah Anda?

Kejujuran merupakan harga mati, dan hanya segelintir orang saja yang mampu melakukannya. Begitu banyak orang yang mampu melakukan kesalahan, tetapi hanya sedikit saja yang mau mengakui kesalahannya. Jujur terhadap diri sendiri, terhadap orang lain dan yang terpenting adalah jujur terhadap Allah SWT. Berapa banyak yang dapat melakukannya??

Hidup merupakan perjalanan sementara, dan sebagai alat perantara untuk mencapai ke sebuah titik yang disebut dengan akhirat. Semua yang dilakukan, amalan ibadah dan lain-lain bermuara pada satu kata, yaitu kata ikhlas. Semua perbuatan yang tanpa didasari dengan keikhlasan semuanya hampa, kosong dan tak akan memiliki nilai. Itulah sebabnya allah melarang manusia untuk menjauhi sikap riya (syirik kecil).

Terlebih ketika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan maka ikhlaslah yang tepat untuk diungkapkan. Sedikit ataupun banyak, besar dan kecil semuanya harus diikhlaskan. Sebab manusia tidak akan pernah tahu rencana yang Allah persiapkan untuk dirinya. Apapun itu, pada dasarnya baik bagi diri kita. Yang terpenting, ketika ditimpa musibah bersabar dan ketika mendapat nikmat bersyukur. Lebih dahsyat lagi ketika mendapatkan musiabah ia tetap mengucapkan syukur. Allahu’alam.

____________
* tulsian ini diterbitkan oleh okezone.com di kolom Opini (KLIK DISINI)
Tulisan ini sebagai refleksi Hari Anak Nasional yang diperingati Tgl. 23 Juli di blog pribadi

Masalah Banjir

Posted by Unknown | | Posted in ,

Hujan adalah rahmat, tetapi karena rahmat itu tidak disyukuri maka akhirnya menjadi bencana. Mungkin kalimat inilah yang tepat untuk menggambarkan keserakahan manusia yang selama ini semakin menumpuk dan bertambah banyak di alam jagat raya ini.

Air yang Allah SWT turunkan kepada hambanya adalah berkah, karena air itu dapat menumbuhkan tumbuhan dan memberikan kehidupan bagi makhluk yang ada di bumi. Tetapi ketika rahmat dan berkah itu diturunkan, malah manusia banyak yang merasa ketakutan dan merasa tersiksa dengannya.

Jika kita resapi dan introspeksi diri, tentulah yang menyebabkan ini semua adalah ulah manusia sendiri. Alam ini adalah titipan bagi manusia, karena ini titipan maka tugas kita adalah menjaganya, nyatanya malah tidak demikian.

Allah telah berpesan untuk umat manusia di dalam Alquran, "Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (QS. al-‘Araaf [7]:10).

Jika pengelolaan lingkungan yang baik disertai dengan kesadaran yang tinggi tentu akan terbebas dari banjir. Dua faktor ini sebetulnya yang saat ini telah diabaikan, oleh kita. Padahal, banjir ini sudah sering terjadi dan tiap tahun pasti akan mengalaminya, tetapi tidak ada yang mau mengambil pelajaran darinya.

Aneh sungguh aneh. Penduduk Jakarta yang seolah sudah bermental baja dengan yang namanya banjir. Banjir itu seolah hiburan tahunan, "ya mbok mikir, tiap tahun banjir mulu apa gak bosen-bosen.. apa gak kepengen hidupnya tentram adem ayem dan nyaman". Kalau ingin Jakarta bebas dari banjir, harus ada tekad untuk berubah dari masyarakat dan pemerintahnya.

Saat ini seolah jalan sendiri-sendiri. Pemerintah mau menyelesaikan masalah banjir, tetapi penduduk yang rumahnya mau dipindahkan ngamuk-ngamuk dan protes. Tata kota mau dibangun dan diperbaiki supaya lebih baik dan tidak ada banjir, malah ditolak. Pemerintah sudah berusaha, hanya saja masyarakat yang belum merespons secara positif.

Mari kita renungkan ayat yang satu ini, "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Alaraaf [7]:56). Allahu’alam.
_______________
Tulisan ini pernah dimuat di okezone.com 20/01/14. Sumber (KLIK DISINI)

Hegemoni Dinasti Ratu Banten

Posted by Unknown | Jumat, 18 Oktober 2013 | Posted in ,

Bertahun-tahun semua ini tertutup rapat, tetapi kali ini semoga seluruh mata dunia khususnya pemerintah Indonesia yang menyaksikan hegemoni kekuasaan dinasti pemimpin yang lalim dan menguras penuh rakyatnya, terbongkar hingga ke akarnya. Kemiskinan dimana-mana, sekolah yang hancur, inspraturuktur yang jauh dari kata nyaman dan banyak lagi.. Inilah fenomena ironi yang dimulai sejak tahun 2006.

Fenomena ini dapat kita saksikan di provinis yang berdiri sejak tahun 2000, Banten. Provinsi ini memiliki pendapatan 5 triliun pertahun, tetapi pendapatan sebesar ini tidak sejalan lurus dengan kesejahteraan rakyatnya. Masih banyak tempat-tempat yang belum terjamah oleh listrik, jembatan yang hancur bahkan untuk menyebranginya mereka harus mempertahankan nyawa mereka sendiri.

Banten memiliki 4 kabupaten, Serang, Tangerang, Pandeglang dan Lebak. Kabupaten yang masih tertinggal jauh ialah Kabupaten Lebak. Disana masih banyak kampong yang belum mendapatkan listrik, jalan yang rusak berat dan bahkan akses untuk ke kota juga sangat sulit. Ditambah lagi kondisi perekonomian mereka tertinggal.

Sudah saatnya masyarakat Banten dibela dan diperjuangkan. Kepada mereka yang duduk dibangku jabatan sudah saatnya kalian mempertanggungjawabkan perbuatan kalian yang sudah menguras habis hak-hak ‘kaum minoritas’. Angka kemiskinan menurut data BPS (badan pusat statistik) di Banten per maret 2013 yaitu sekitar 626.243 dan pengangguran 10% (sumber liputan6)

Kesengsaraan ini berbanding terbalik dengan kekayaan sang gubernur (RAC) dan adiknya TCW. Dari sebuah sumber, dikatakan bahwa mereka memiliki rumah mewah di serang, Jakarta barat dan bandung. Tak hanya itu, ada hotel dan tanah sekitar 4 triliun. Fakta ini sangat mencenganngkan dan terbukti sudah, dari mana kesemua kekayaan tersebut??

Pemimpin Yang Ideal

Jika kita kembali kepada masa sahabat dan rasulullah tentu sangat jauh perbedaannya. Pemimpin yang sesungguhnya ialah mereka yang mendahulukan kepentingan rakyat ketimbang kepentingan dirinya sendiri. Mensejahterakan rakyat adalah hal yang wajib untuk mereka lakukan, dan menyisir seluruh tempat yang masih ‘bermasalah’ dengan kesejahteraan rakyatnya.

Masih ingat dengan kisah Umar ra. yang rela menyamar dan mengantarkan gandum dengan tangannya sendiri. Masih ingat dengan kisah Abdul Aziz yang diajak berdialog oleh sang anak, kemudian ia bertanya “kepentingan Negara atau keluarga?.. jika kepentingan Negara maka lampu tetap menyala, tetapi jika kepentingan keluarga lampunya dimatikan”

Di mana pemimpin yang seperti ini, masih adakah?.. fasilitas yang kini bergelimang dan diberikan oleh Negara malah disalahgunakan dan diselewengkan. Tak sedikit yang akhirnya melipat sisanya untuk masuk kekantong mereka sendiri. Bagaimana mereka kelak mempertanggungjawabkan di hadapan Allah swt.

Empat sifat pemimpin yang diajarkan oleh agama islam hanya sebagai angina lalu. Tidak berbekas dan malah hanya sebagai iklan semata. Mereka beriklan seperti itu sebelum dapat jabatan, tetapi jika jabatan itu sudah di tangan mereka lupa dan mengabaikannya. Masih ingat dengan Firaun yang sombong, angkuh dan melampaui batas.

Siddik, Amanah, Tabligh, dan Fathanah. Dimana keempat karakter ini, yang dulu diajarkan oleh rasulullah dan para sahabat Nabi..?? Semoga Negeri yang ‘hebat’ ini masih memiliki orang-orang yang punya integritas yang baik, serta mampu menjaga negeri ini yang sudah berada di titik rawan kehancuran dan dekadensi moral.

Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” (QS. Al-Qasas [28] : 76)

Semoga bermanfaat. Allahu’alam []

Menikah Muda, Itu Pilihan.... So, Hargailah

Posted by Unknown | Kamis, 25 Juli 2013 | Posted in

Pada tulisan yang sebelumnya, saya sempat menyinggung salah satu sahabat saya yang ingin menikah muda.Tetapi sahabat saya yang satunya lagi mereka sudah sama-sama mendapatkan restu dan ridho dari orang tuanya, hanya saja mereka belum mau buru-buru. Alasannya sederhana, menikah itu hanya bukan mencari kesenangannya tetapi bagaimana setelah menikah??

Kedua sahabat saya ini memang memiliki cara pandang yang berbeda mengenai pernikahan. Mungkin sahabat yang ngebet ingin nikah memiliki pandangan bahwa menikah itu pembawa rizki. Dengan menikah tentu rizkinya kan ditambah, semangatnya pula bertambah karena ada yang memotivasi, melayani serta berbagi, sang istrilah tentunya.

Bagi sahabat saya yang satunya lagi menikah itu harus betul-betul mapan. Ketika menikah semuanya sudah ada, dan tinggal menikmatinya. Punya kerjaan tetap, rumah, dan kendaraan pribadi, barulah menikah. Mungpung masih belum banyak pikiran, jadi fokus mempersiapkan semuanya dulu untuk masa depan. Kalau bisa biaya resepsi pun dari uang sendiri, bukan dari orang tua.

Bagi saya pribadi, menikah itu pilihan. Jika sudah siap dengan segala konsekuensinya ya kenapa tidak. Toh semuanya sama-sama baik, dan tujuannya juga baik. Bagi yang mampu menikah muda dengan modal nekat ya monggo, pasalnya banyak yang berhasil juga. Bagi yang memilih mapan dulu juga ya tak masalah. Diserahkan kepada individu masing-masing.

Dalam sebuah kelas, Ustad Hasyim menyampaiakan kepada kami, bahwa apabila seorang anak itu sudah baligh maka orang tua sudah tidak berkewajiban mengurusnya, begitulah ilmu fiqihnya. Kata Ust. Hasyim. Tetapi karena ada hubungan sosiologislah maka (anak) sampai kuliahpun kebanyakan masih dibiayai oleh orang tua. Padahal jika sudah baligh, sudah bisa menentukan hidupnya sendiri.

Kalau boleh memilih, saya lebih sepakat dengan sahabat yang pertama. Meski terlihat berat dan penuh tantangan tetapi inilah rahasia Allah. Seberapa besar dan seberapa kuat kita menyandarkan diri kepada Allah. Saya yakin, orang yang menikah muda apalagi modal nekad biasanya sandarannya adalah Allah, dan biasanya hidupnya sukses. “Tenang, kita punya Allah, semuanya kita serahkan padaNya..” mereka dengan mantap dan penuh keyakinan mengatakannya.

Disinilah tantangan yang sesunguhnya. Belum lagi pihak dari orang tua yang merasa ragu, bahkan menolak untuk menyerahkan anak perempuannya kepada lelaki yang bermodalkan nekad karena Allah. Lagi-lagi disinilah kendala pertamanya. Kendala yang kedua, tak sedikit kaum hawa juga yang mau diajak demikian, karena masih ragu dengan nasib masa depannya. "Bagaimana masa depan saya nanti..? kebanyakan perempuan mencari lelaki yang sudah mapan.

Padahal, kemapanan belum tentu identik dengan kebahagiaan. Rasanya terlalu rendah bila kita mengukur kebahagiaan itu dengan sebuah materi. Saya paling tidak sepakat dengan hal ini. Harta itu penting tetapi bukan yang utama. Karena pada dasarnya yang dibawa mati hanyalah amal.

Saya tidak memilih menikah muda, karena sebagai seorang anak yang baik, tugas saya adalah membahagiakan orang tua dulu. Saya lebih memilih orang tua, karena merekalah yang selalu ada buat saya, teutama Ibu. Urusan jodoh, pernikahan, semuanya saya serahkan kepada YME saja. Terpenting jadi anak sholeh dulu. Saya yakin, karena pegangan saya QS. An-Nur : 26, silakan buka dan baca. Semoga bermanfaat (/Zah)

Mau Menikah? Syaratnya Harus S3 Dulu

Posted by Unknown | | Posted in

Ilustrasi (diambil dari blog pribadi)
"Kang kapan sampean nikah..?" salah satu kawan nyeletuk. Dengan nada datar saya pun menjawabnya "belum ke pikiran.. hehehe... " dengan cepat dan sigap saya langsung mengalihkan topik ke yang lain. Sebetulnya, ketika ditanya seperti itu, dalam hati kecil ini tidak bisa dibohongi untuk meng-iya-kan supaya bisa cepat. Teman yang lain hampir semuanya sudah menikah, bahkan ada yang sudah punya dua anak.

Dari satu sisi menikah itu memang sebuah solusi. Apalagi jika sudah siap (baca; mampu) maka menikahpun sangat dianjurkan. Tetapi bagi yang belum siap, menikah harus menunggu waktu yang tepat dan pas.

Salah satu sahabat saya, ia sudah sangat serius untuk menikah. Meskipun kuliahnya belum selesai, dan baru tugas akhir. Pokoknya setelah ia wisuda langsung ijab qabul, itulah rencana yang saat ini ia buat. Orang tua perempuan sudah memberikan  "golden ticket" semua saudaranya sudah pada tahu, tinggal minta doa restu dan ridhonya dari orang tuanya saja.

Hebat bukan? ia memang berani betul..!! Akhirnya saya tahu kenapa ia bisa demikian. Karena beberapa orang yang ia temui kebanyakan menikah muda, sehingga dari sanalah semangat dan keinginan itu terbangun. Bahkan sepupunya juga demikian, dan malah mereka sekarang sukses, senang dan tak kalah penting mereka "dunianya" berlimpah.

Memang perjuangan diawal sangat sulit. Tetapi karena ketekunan berdua dan sudah komitmen dengan pilihan mereka, akhirnya kini berakhir dengan bahagia. Kuncinya hanya satu, yaitu berani. "Katanya.."
Bahkan tadi siang pun (04/07/13) dukungan untuk menikah ia dapatkan dari calon saudaranya. Sebetulnya kami tidak sengaja bertamu ke rumahnya, tetapi karena kebetulan lewat rumhnya kamipun menyempatkan diri untuk bersilaturahmi. Banyak hal yang kami obrolin, salah satunya tentang menikah muda.

Dari percakapan itu saya memetik beberapa poin penting. Terutama persiapan yang harus disiapkan sebelum menikah. Syaratanya adalah S3.

Pertama, Siap mengalami perubahan. Maksudnya adalah perubahan yang tadinya sendiri kini bardua dan selalu ada yang menemani. Jangan takut ketika bangun pagi ada seseorang disebelah kita. Perubahan yang tak kalah pentingnya adalah perubahan diri dari yang kekanak-kanakan menjadi lebih dewasa dan lebih berwibawa.

Kedua, Siap menerima pasangan kita dengan apa adanya., bukan karena ada apanya. Kekurangan yang ada pada diri pasangan kita harus siap diterima, apapun itu. Jangan menikahi seseorang karena kelebihannya, sebab ketika kelebihan itu hilang pada dirinya maka kita kecewa. Tetapi jika kita menikahi seseorang berdasarkan kekurangannya tentu kita akan lebih mencintainya dengan apa adanya.

Ketiga, Siap memiliki keturunan. Karena cepat ataupun lambat maka kita akan memperoleh keturunan (anak). Dengan adanya keturunan itulah lengkap sudah kebahagiaan kita. Peran kita (laki-laki) tak lagi sebagai seorang suami, tetapi berubah menjadi seorang ayah untuk anak-anak. Disinilah peran kita bertambah dan sangat diperlukan. Sosok ayah yang baik, rajin, peduli, bertanggungjawab, dan menyayangi keluarga tentu menjadi idaman semua orang. Semoga bermanfaat []

*Tulisan ini saya posting di blog pribadi...
___________
Bagi yang ingin tahu lebih jauh dan dalam tentang catatan saya mengenai pernikahan... (padahal belum menikah) silakan kunjungi blog saya.... alamat blog ada di atas terima kasih.

Puasa dan Pengorbanan

Posted by Unknown | | Posted in

Berkorban merupakan tindakan yang sangat sulit dilakukan. Sudahkah kita berkorban untuk orang lain? Seberapa sering kita berkorban? Pertanyaan ini sebetulnya hanya menyentil sedikit saja tentang siapa sih diri kita ini. Salah satu contoh, misalkan uang yang dikantong pas-pasan, terus ada orang minta tolong, apakah kita rela dengan sepenuh hati terus dikasihkan. Atau malah bilang maaf gak punya...

Pengorbanan itu mudah, tapi sebetulnya sulit. Tadi, yang kita bahas ialah tentang pengorbanan terhadap orang lain, bagaimana dengan pengorbanan terhadap diri sendiri? Nah lho kena juga kan. Pengorbanan apa saja yang sudah kita lakukan terhadap diri sendiri?? Sudahkah mengorbankan uang jajan untuk membeli buku (tapi bukan paksaan dosen, pacara atau etc. lah).

Berkorban untuk orang lain maupun untuk diri sendiri ternyata sama tidak enaknya. Betul gak? Ya, sebab keduanya sama-sama berada pada posisi yang bertentangan. Kedua hal yang bertetangan inilah yang akhirnya membuat bingung, batin atau hati kecil kita dipertaruhkan. Tetapi yang dominan justru hawa nafsu yang mampu mengendalikannya.

Puasa ramadhan merupakan bulan pelatihan diri (training to self). Melatih diri supaya lebih matang dalam bersikap. Bahkan menumbuhkan kembali kekuataan spiritual yang telah lama dikuasai oleh hawa nafsu. Itulah sebabnya dalam sebuah hadits rasulullah saw dinyatakan “apabila telah datang bulan ramadhan, syetan-syetan diikat...” (HR. Muslim)

Syetan-syetan diikat maksudnya, hawa nafsunya (keburukan) menjadi lemah. Sehingga godaan-godaan itu tidak ada lagi. Tetapi karena nafsunya kebal dan kuat, tak jarang meski bulan ramadhan masih banyak yang tidak berpuasa. Inilah salah satu alasan kenapa bulan ramadhan disebut juga sebagai bulan kejujuran.

Bulan kejujuran, maksudanya bukan bulan yang terbebas dari kata-kata bohong. Tetapi yaitu dimana bulan yang menunjukan siapasih diri kita yang sesungguhnya. Jika ingin tahu siapa diri kita yang sesungguhnya maka lihatlah diri kita pada bulan ramadhan, apa sajakah yang kita lakukan, manakah yang lebih dominan. Kebaikankan ataukah sebaliknya.

Jika kita mau berubah, tentu semuanya bisa berubah. Tergantung lagi dengan kesiapan terhadap pengorbanan tadi. Siap berkorban untuk meninggalkan sesuatu yang dianggap manis dan memilih jalan yang pahit, ataukah tetap memilih si manis. Seberapa besar pengorbanan itu ada dalam diri kita saat ini. Anda berani??... Alahu’alam[]

Semoga bermanfaat, selamat berpuasa....

Beriklan dengan Baik dan Benar

Posted by Unknown | Kamis, 30 Mei 2013 | Posted in ,

 Akhir-akhir ini banyak iklan-iklan yang menganggu. Bahkan menurut penulis pribadi iklan itu tidak layak ada. Entah hanya karena ingin diKlik dan akhirnya mendapatkan keuntungan bagi si pembuat iklan tersebut atau malah bagi penyedia layanan tersebut. Secara pribadi penulis mengecam perbuatan yang demikian, itu adalah cara haram. Jika si pembuat iklan itu berpikir, jelaslah bahwa yang ia lakukan adalah mengotori dirinya sendiri dan mengotori orang lain.

Supaya iklan itu menarik orang untuk me-Kliknnya maka cara apapun digunakan, termasuk dengan gambar wanita telanjang. Jelas ini perbuatan salah. Amat disayangkan, sekelas kompasiana pun berani dan memasangnya. Apa tujuannya kompasiana memasang iklan tersebut?? jelas ini melanggar dan mengotori citra kompasiana itu sendiri.

Tak hanya satu tempat saja, tetapi ada beberapa tempat, di bagian atas dan di bagian samping. Jelas ini mengganggu menurut penulis. Bagi pengunjung yang lain tentu demikian (sehati bagi yang memiliki hati). Media yang dianggap sebagai agaen perubahan malah "menjerumuskan" inilah yang salah.

Oleh karenanya, marilah beriklan secara baik dan benar. Jika ingin mencari keuntungan dengan cara beriklan, maka gunakanlah cara yang baik, sehingga akan membawa dampak kebaikan. Ketika kita sudah mati, kelak akan diperatngungjawabkan, dengan cara apa harta itu kita dapatkan dan kemana kita belanjakan??

Semoga bermanfaat... penulis hanya sekedar menyampaikan dan saling mengingatkan dalam kebaikan....

Pendidikan Yang Mendidik

Posted by Unknown | Kamis, 23 Mei 2013 | Posted in

Hari pendidikan adalah hari yang begitu spesial bagi saya. Karena dengan adanya pendidikan saya bsia mengenal banyak hal, dan tahu segala hal. Saya bersyukur dengan adanya pendidikan justru saya bisa menjadi seperti saat ini.

Tanpa pendidikan saya tidak mungkin akan menjadi seorang mahasiswa. Dalam mengikuti pendidikan tentu tak semudah kita membalikan tangan. Ada serangkaian proses yang harus saya tempuh dan itu memakan waktu bertahun-tahun.

Jika perjuangan yang bertahun-tahun itu saya tinggalkan tentu saat ini gelar mahasiswi tidak mungkin saya raih. Perjuangan yang cukup lama itu saya namakan “sekolah”. Sekolah itu tidak mudah, sekolah itu butuh kesabaran, ketekunan, kedisiplinan dan keuletan. Jika empat unsur ini hilang saya jamin dikelas hanya akan jadi siswa biasa dan akhirnya menjadi lulusan yang biasa pula.

Lain halnya jika keempat unsur itu betul-betul ditanamkan dan diaplikasikan dalam keseharian tentu akan melahirkan kekuatan super dahsyat. Lebih jelasnya, di sekolah akan punya prestasi yang baik dan akhirnya jadi siswa dan lulusan terbaik.  Inilah yang guru-guru kita harapkan bukan? Disinilah peran siswa dan guru yang bermain.

Bertepatan dengan hari pendidikan, saya ingi mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh guru-guru yang telah begitu banyak berjasa. Mengajari saya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran kala itu, hingga akhirnya saya bisa mengerti dan merasakan semua yang telah diajarkan. Jika bukan karena keihlasan dan kesabaran guru-guru semuanya, mungkin semua ini tidak akan saya rasakan.

Kepada guru-guru Sekolah Dasar, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak atas semua ilmu yang telah diajarkan. Saya mohon maaf bila dulu ada perkataan atau perbuatan yang tidak berkenan. Saya menyanyagi kalian semuanya. Semoga kelak amal baik ini Allâh swt yang membalasnya dengan balasan surga. Amîn.

Ucapan terima kasih yang kedua saya ucapkan kepada lembaga pendidikan yang sudah bekerja ekstra untuk memikirkan pendidikan di negri ini. Semoga usahanya tidak sia-sia, dan mendapatkan hasil. Semoga gagasan yang saat ini dirancang betul-betul terrealisasi dan mampu memberikan dampak perubahan karakter bagi rakyat indonesia.

Pendidikan memang tidak hanya menyangkut lembaga saja. Secara garis besar keluarga dan masyarakat juga terlibat dalam dunia pendidikan itu sendiri. Pendidikan sekolah tidak mungkin berhasil apa bila pendidikan masyarakat tidak mendukung. Begitu juga pendidikan di keluarga, jika pendidikan keluraga baik tetapi di sekolah tidak mendukung maka akan mempengaruhi.

Berarti pendidikan itu bisa dikatakan berhasil apabila ketiga komponen itu betul-betul bergerak dan terlibat. Sedangkan tugas mendidik itu dibebankan kepada siapa?? Praktisi pendidikan saja kah?? Tentu inilah yang harus digali dan dipahami. Tugas mendidik adalah tugas bersama, jika mendidiknya salah maka resokonya fatal. Oleh karenannya marilah kita buat keluraga yang mendidik, sekolah yang mendidik, dan lingkungan yang mendidik. [zah]

Teror Ujian Nasional

Posted by Unknown | | Posted in

UJIAN Nasional (UN) menjadi momok yang paling menakutkan bagi kami. Saat itu saya bersekolah di swasta. Hal ini mungkin akan lain ceritanya jika saya sekolah di negri. Dengan segala keterbatasan dan guru yang seadannya kami menghadapi UN dengan perasaan harap-harap cemas. Untuk membeli buku soal panduan UN terbaru saja kami tidak mampu. Ditambah lagi dengan perpustakaan sekolah yang sangat minim koleksi bukunya.

Lengkap sudah penderitaan kami ketika itu. Tetapi dengan kekurangan dan keterbatasan itu tidak membuat kami putus asa. Bimbingan belajar (bimbel) rutin kami lakukan setelah jam sekolah selesai. Dengan bermodalkan referensi soal-soal yang sudah lawas kami tetap setia belajar. Guru kamilah yang tak henti-hentinya menyampaiakn bahwa hasil itu diperoleh setelah ada upaya yang telah dikerjakan (upaya).

Satu sisi, guru kami memberikan semangat. Tetapi sisi yang lain beliau juga membuat kami merinding. Guru kami menyampaikan bahwa tidak ada pengulangan bagi siswa yang tidak lulus UN. Bagi siswa yang tidak lulus harus mengulang tahun depan. Kami pun merasa merinding mendengarnya. Salah satu teman mengatakan, lebih baik bertemu dengan setan ketimbang tidak lulus UN. Serem banget...

Yang menentukan hasil bukan lah manusia. Apapun nanti hasil usaha kami akan tetap diterima dengan lapang dada. Toh sudah berusaha dengan sebisa mungkin dan persiapan yang seadanya. Harapan kami saat itu hanya satu, yaitu lulus UN. Perasaan kami diantara percaya atau tidak, diantara optimis dan pesimis ketika UN tiba.

Perasaan yang kami alami dulu tentu dirasakan pula oleh siswa dan siswi saat ini. Bedanya dulu “teror” itu begitu kuat, dan siswa-siswinya dulu kuat-kuat. Jadi “teror” yang tidak lulus harus mengulang tahun depan tidak begitu berarti bagi kami. Lain halnya dengan sekarang, banyak diberitakan di media masa bahwa ada yang sampai nekat bunuh diri gara-gara UN. Ada juga yang pingsan sebelum UN dan lain sebagainya.

Kenapa siswa dan siswi sekarang lebih penakut ketimbang siswa-siswi dahulu. Padahal sudah jelas ada jaminan bagi yang tidak lulus bisa mengulang. Tak hanya itu, kelulusan saat ini tidak ditentukan dengan nilai UN. Jika sudah belajar dengan “baik” dan “benar” kenapa harus takut dengan UN??. [zah]

Khadijah, Kartini dan Ollie

Posted by Unknown | | Posted in

Raden Ajeng Kartini, seorang wanita yang berjuang untuk kebebasan wanita dari penjajahan Belanda dan juga kungkungan adat diseluruh pelosok tanah air. Seorang pahlawan nasional yang berjuang dengan mengeluarkan pendapatnya melalui tulisan surat yang terkumpul dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, Boeah Pikiran.

Jika melihat kembali kepada masa perjuangan Islam, Khadijah Al-Kubra, istri pertama Nabi Muhammad SAW bisa dikatakan sebagai "Kartini" pada masanya. Perannya sebagai pendukung penuh Nabi Muhammad yang berjuang di jalan Islam patut dicontoh. Khadijah adalah perempuan pertama yang percaya dan masuk agama Islam. Beliau pula yang mendukung Nabi Muhammad sebagai nabi. Khadijah selalu berada di sisi Nabi Muhammad baik dalam keadaan suka maupun duka.

Nabi Muhammad pernah bercerita tentang Khadijah kepada Aisyah, istrinya yang cemburu akan kecintaan Nabi kepada Khadijah. Nabi mengatakan, "Semua istri-istriku pengorbananya tidak ada apa-apanya dibandingkan Khadijah. Sebelum Islam diterima di muka bumi ini, dia orang pertama kali dan percaya bahwa Islam agama yang hak. Ketika aku dalam keadaan gelisah dan risau, dia selalu menghiburku. Dia rela semua hartanya digunakan berjuang di jalan Allah. Dia menemaniku di kala banyak duka dan sedikit suka. Itulah kenapa aku sangat mencintai Khadijah dibanding dengan istri yang lain,”.

RA Kartini juga memperjuangkan hak wanita pada masanya. Disaat itu wanita tidak diperbolehkan untuk bersekolah. Kartini yang sempat mendapatkan pendidikan hingga umur 12 tahun, mengutarakan pikirannya melalui surat yang ia kirim kepada teman-temannya di Belanda.

Kini, bermunculan para "Kartini" modern diberbagai bidang di Indonesia. Salah satunya Aulia Halimatussadiah, atau yang biasa dikenal sebagai Ollie. Seorang perempuan yang telah memanfaatkan IT agar perempuan lebih berkembang. Dengan membuat sebuah website online self publishing www.nulisbuku.com, Ollie membuat banyak penulis yang kebanyakan adalah ibu-ibu rumah tangga dapat menerbitkan bukunya sendiri tanpa modal melalui website tersebut. Menulis buku juga telah berkembang menjadi komunitas penulis di berbagai kota besar di Indonesia.

Selamat Hari Kartini, semoga perjuangan Khadijah, RA Kartini dan Ollie menginspirasi para wanita untuk berbuat yang terbaik pada masing-masing bidang yang dijalani.

Fitri Hidayanti

Kode Moral dan Muktamar Pancasila

Posted by Unknown | Selasa, 21 Mei 2013 | Posted in ,

Jakarta - Respon Atas Tulisan Ali Mustofa Tentang "Muktamar Khilafah untuk Indonesia Lebih Baik"

Darimana kita mulai membangkitkan harapan baru ditengah gejala radikalisme dan libertarian - offseat?

Buku William A Smith menulis sebuah risalah pemikiran Paedagogy of the heart (2001;ix) seorang Freire mengatakan mari kita pertahankan harapan kendati realitas yang kejam mengajak kita untuk tidak berharap.

Dalam situasi demikian, perjuangan demi harapan berarti kesediaan untuk menanggalkan bentuk kenistaan, rencana tak terpuji dan ketidakpedulian. Kalau kita menanggalkan itu semua berarti kita membangkitkan dalam diri kita dan diri orang lain perlunya cita rasa harapan.

Bahasa dan kalimat yang diutarakan Freirean merupakan kata lain dari perubahan (conscientizacao) yang menginginkan cita rasa harapan baru.

Mungkin itu yang dimaksud dari apa yang ingin digambarkan oleh Ali Mustofa dalam tulisanya di detiknews.com yang mewakili Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dalam waktu mendatang akan melaksanakan muktamar diberbagai daerah.

Namun, keberanian ini tampaknya menjemput resiko berat tak terelakan dari sebuah perubahan kearah khilafah yang mereka inginkan.

Bagi Indonesia pancasila ideologi final yang tak bisa dipersandingkan dengan apapun, termasuk Al Qur’an apalagi Hadist. Mengapa demikian?, pancasila sebuah kebanggaan posculture nusantara yang memiliki batas wilayah.

Namun, tidak bagi negara yang berharap berada dibawah Al Qur’an atau Hadist. Studi kasus diberbagai negara Islam yang menganut keyakinan dibawah kendali syar’i tidak menutup kemungkinan juga melakukan penindasan dan nafsu politik korup. Sementara kalam tuhan tidak menyenangkan perbuatan demikian.

Maka harus dapat dipisahkan bahwa negara diatur dan pembentukannya dengan nalar atau keinginan manusia itu sendiri.

Tetapi bagi Al qur’an, negara adalah sebuah alat untuk mencapai kemenangan dan ketertiban diantara sekian banyak manusia dimuka bumi. Bukan dalam arti, Al Qur’an atau aturan syar’i harus berada dalam poros perebutan kepentingan kekuasaan negara.

Ajakan HTI harus pahami secara lugas dan objektif bahwa mereka ingin mengajak kita secara bersama-sama menapaki jalan yang tak berujung.

Mudah-mudahan juga, ini bukanlah ekspektasi intelektual aktivis muslim untuk mengakui apa yang dicita-citakan sebagai harapan baru. Perlu juga diketahui, pancasila merupakan rumah dunia (baca; pancasila rumah dunia, detiknews.com) yang setiap saat bertahan dalam eskalasi politik rasis – feodalism dan imprealism.

Pada umumnya juga, diakui sebagai cogito ergo sum Indonesia bahwa pancasila hadir diatas peradaban nusantara karena berfikir founding father yang brilliant untuk mengakomodir kepentingan nasional.

Maka, pancasila adalah sebuah cita harapan baru untuk dipertahankan dan pahami sebagai kenyamanan atas bangsa Indonesia diantara berbagai suku, agama, etnis dan warna kulit.

Kalau saja teori khilafah menjadi bagian hegemonik dari pancasila, maka sebetulnya perlu ada pemberantasan buta huruf secara efektif dan efisien dengan indikator yakni, pertama; kalau saja pancasila diasumsikan bukan faktor penggerak revolusi atau perubahan atas bangsa ini dengan metode 5 (lima) sila-nya.

Maka kepentingan nasional harus bersikukuh melakukan "pemberantasan buta huruf pancasila" tanpa tapal batas untuk mendalami dan meyakini pancasila sebagai alat perekat persatuan dan kesatuan Indonesia maupun dunia internasional.

Kedua; banyak generasi memahami kontribusi pancasila bersifat abstract dan gagal penanaman nilai sehingga sangat sulit menembus kejumudan.

Pendapat generasi seperti ini, perlu "melek sila pancasila" (revitalisasi) sehingga menjadi manusia yang berada dibawah perlindungan serta mengenal sejarah peradaban bangsanya.

Ketiga; pancasila merupakan bahasa dunia untuk kedamaian dan penghapusan perbudakan diatas segala bentuk penindasan. Ketiga indikator diatas, merupakan upaya kongkret saat ini agar semua rakyat Indonesia memahami betul apa itu pancasila.

Kalau saja dibandingkan khilafah sebuah rezim totalitarian tidak mengehendaki peran perempuan menjadi pemimpin, mereka disebut not khilafah, not is women.

Berbeda dengan pancasila yang berdiri sendiri, bukan kapitalisme, bukan juga demokratis, apalagi khilafah, dan lebih bukan lagi komunisme.

Kode Moral

Henry Hazlitt seorang pemikir tersohor di abad sekarang, sebagaimana dalam bukunya berjudul Dasar-Dasar Moralitas (2003) mengatakan manusia tumbuh dalam dunia yang telah memiliki pertimbangan moral. Pertimbangan ini dilalui setiap hari oleh manusia dengan memperhatikan prilaku orang lain.

Bukan hanya menemukan diri sendiri, menyetujui atau tidak setuju terhadap tindakan orang lain, bahkan prinsip itu lepas dari tindakan orang yang mengikuti mereka.

Begitu mendalamnya hal ini berlangsung sehingga kebanyakan diantara kita menerapkan pertimbangan ini atas prilaku sendiri sejauh tidak pertimbangkan prinsip standar nasional bangsa sendiri.

Bila mengalami kegagalan dalam mempertahankan kode moral yang biasa berlaku bagi standar ideologi bangsa sendiri. Maka kita patut bersalah atas kehendak nurani yang salah dan menyalahkan. (Henry Hazlitt 2003 : 9)

Standar kode moral pancasila berada diatas segalanya sebagai pengerem dan pelindung setiap perilaku. Sungguh menggagumkan diantara mayoritas perbedaan kepulauan dengan kekuatan sama sebagai patriot.

Mari kita temukan shaffan zaman (zaman sama) pancasila ditengah perbedaan standar moral (etik) tersebut dibandingkan dengan negara lain yang menganut paham penindas seperti kapitalisme, feodalis, libertarian, imprealism, neoliberal, dan lainya.

Kalau pun perbedaan besar itu muncul ditengah masyarakat dan generasi zaman ini, tetapi pancasila ditemukan dalam bagian persamaan yang berintikan solidarity equal and justice.

Siapapun yang menggunakan pertimbangan standar kode moral diri sendiri bersifat organisasional yang beralih mengancam keutuhan pancasila, maka sikap tersebut akan menjadi kutukan kekejaman, kepengecutan, penghianatan dan menimbulkan perpecahan.

Pancasila bukan implisit adanya, telah hadir selama bangsa ini merdeka dan lepas dari kerangkeng penjajahan dan tidak juga dibuat secara rasis.

Pancasila menunaikan kehadiranya untuk menjadi dealogue hukum keadilan seperti kode hammurabi tentang peradaban nilai damai manusia. Keadilan pancasila telah termuat dalam berbagai khasanah mozaik tulisan-tulisan peradaban, percakapan, kebudayaan, pribahasa, perintah dan undang-undang.

Sehingga pancasila tidak akan habis oleh zaman apapun, bahkan Tuhan mengakui sila pancasila sebagai refresentasi agama dan keyakinan keimanan manusia atau warga Negara Indonesia yang sama-sama ingin saling cintai antar sesama.

Sebagaimana Al Quran katakan "cintai antar sesama", dan Yohannes 13:34 juga berbunyi "perintah Aku kepadamu, cintailah satu sama lainya" serta pancasila sila kesatu dan kedua "Ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab". Dengan demikian, keraguan atas pancasila, berarti sejatinya meragukan diri sendiri.

Pancasila bersifat Bhineka Tunggal Ika bermetamorfosis dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat yang penuh perbedaan. Namun pancasila mempunyai elemen hukum kemajemukan dalam menjelaskan jalan dan pedoman hidup (Syirah dan Minhaj) yang berbeda-beda bagi golongan manusia.

Sebagaimana Tuhan mengatakan "….untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang, Niscaya Allah menghendaki dan menjadikan-Nya kamu satu umat (saja), Allah hanya hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, lalu diberitahukan kepadamu dari apa yang kami perselisihkan". (QS. Al Maidah ; 48)

Ayat diatas menunjukan bahwa segala peraturan yang menjadi tumpuan dan harapan akan persatuan merupakan produk Tuhan melalui orang-orang yang berfikir untuk kemanusiaan.

Pancasila telah ditempatkan dalam alam hukum yang mengatur hubungan kehidupan antar warga dengan negaranya. Terlepas dari dinamika pejabat (person) negara yang turut memperburuk citra pancasila dengan melakukan perbuatan seronok, seperti bolos dari absensi kerja, korupsi, permainan proyek, menjadi makelar dan mendangkalkan nilai-nilai etik pancasila itu sendiri.

Muktamar Pancasila

Menakar perbedaan, persamaan dan toleransi tak terpisahkan dari elemen penting sejarah. Pemaknaan akan keragaman menjadi modal nilai (capital value) yang diutamakan bagi pembangunan character building bangsa ini.

Doktrin pancasila mampu menjadi perekat seluruh dimensi perbedaan yang bersinergis dengan pembentukan struktur sosial masyarakat yang rapih.

Memang harus diakui walaupun selama ini ancaman disintegrasi, terkikisnya kepercayaan publik, tercerabut akar budaya pribumi yang membuat pancasila terancam bangkrut dan menyuburkan kecurigaan antar sesama.

Seperti apa yang diungkapkan oleh Ali Mustopa yang mewakili Hizbut Tahrir Indonesia, dengan segala keraguan terhadap bangsa ini menghinggapinya sehingga ingin mengganti dengan khilafah.

Hal inilah sebenarnya tantangan doktrin pancasila saat ini. Dengan kondisi tersebut, pancasila harus mendikte semua generasi "buta hurup dan buta makna" sehingga penegasan eksistensi terhadap keberlangsungan bangsa ini lebih strong dalam menghadapi berbagai tantangannya dan memudahkan untuk melangkah.

Indonesia memiliki prinsip, cita dan tujuan yang sama derajatnya dengan bangsa lainnya didunia. Doktrin pancasila sebagai dasar negara, ideologi, falsafah, dan pandangan hidup yang objektif yang didalamnya terkandung nilai dasar (intrinsik), nilai instrumental dan nilai praksis. Selain itu, pancasila memiliki dimensi yaitu realita, idealisme, fleksibilitas dan nasionalisme.

Disisi lain, pancasila mengalami pergeseran cukup tajam dalam kehidupan masyarakat baik perilaku dan tindakan. Pengujian dalam era sekarang ini sebagai kebanggaan, pedoman, alat kerukunan untuk saling menghormati, menghargai, menjaga dan menjalankan tanpa ada keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan negara.

Oleh sebab itu, pada seluruh lembaga negara dari presiden hingga desa perlu melakukan "Muktamar Pancasila" untuk menentukan arah kepribadian bangsa dan upaya menjaga integritas keluhuranya sebagai dasar hidup.

Sehingga dapat menangkal apa yang disebut "rongsokan penyakit", seperti primordialisme, apatisme, individualism, phobia religion, permisif, materialistis, sekuler, korupsi dan kriminalitas.

Oleh karena itu "Muktamar Pancasila" merupakan wahana konsolidasi untuk perkuat doktrin pancasila sebagai solusi atas berbagai masalah.

Pancasila merupakan pandangan hidup dan falsafah bangsa Indonesia yang menjadi rujukan dunia. Selain itu, pancasila juga rahmat Tuhan yang telah diberikan untuk menjunjung tinggi kemanusiaan, keadilan, persatuan, kesatuan, keserasian, keselarasan dan keseimbangan.

Pancasila akomodatif menganut sistem pemerintahan demokrasi berdasarkan kebijaksanaan musyawarah dan mufakat.

Dengan demikian, mendalami nilai-nilai luhur pancasila tentu kita sadar dan yakin akan keunggulan dan kedudukan tinggi serta mulia atas potensi dan martabat manusia yang dilandasi asas normatif theism -religius bahwa karya besar itu karunia Tuhan Maha Pencipta untuk disyukuri.

Integritas Pancasila

Untuk apa identitas Islam atau khilafah? Pancasila memancarkan identitas dan integritas sebagai sistem filsafat theisme-religious. Integritas demikian sebagai bagian dari keunggulan dari sistem filsafat barat timur selatan utara, karena sesuai dengan potensi martabat dan integritas kepribadian manusia.

Bangsa Indonesia percaya bahwa kita mewarisi berbagai keunggulan sebagai anugerah sekaligus amanat Allah Maha Pencipta baik dari keunggulan natural yang berakar pada pandangan hidup bangsa, sehingga memenuhi prasyarat sebagai suatu ideologi terbuka.

Sekalipun suatu ideologi itu bersifat terbuka, bukan berarti keterbukaannya dapat diintervensi atau dimusnahkan. Pancasila merupakan ideologi besar sebagai suatu rangkuman gagasan-gagasan dasar yang terpadu tanpa kontradiksi dalam aspek-aspeknya yang pada hakikatnya melahirkan tata nilai universalitas

Melawan Gerakan Antikorupsi

Posted by Unknown | Senin, 20 Mei 2013 | Posted in ,

JAKARTA, KOMPAS.com — Upaya penyesatan opini terhadap penanganan kasus suap kepada Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharram, merupakan bentuk perlawanan terhadap gerakan antikorupsi. Kasus suap itu terkait dengan pembangunan wisma atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang, dengan tersangka mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Masyarakat diminta waspada agar jangan terjebak dalam penyesatan opini tersebut.

Ketua KPK Busyro Muqoddas di Jakarta, Kamis (18/8/2011), mengatakan, ada opini-opini yang sengaja dikembangkan, yang desainnya merugikan gerakan legal dalam rangka perlawanan terhadap korupsi. Opini tersebut antara lain berupa tudingan Nazaruddin mengalami intimidasi hingga dilanggar hak-haknya untuk mendapatkan penasihat hukum.

Bahkan, berkembang semacam kekhawatiran bahwa Nazaruddin bakal diracun lewat makanannya. "Masyarakat jangan sampai terjebak oleh opini-opini yang dikembangkan, yang akhirnya merugikan gerakan-gerakan yang legal dalam rangka melakukan perlawanan terhadap korupsi yang semakin sistemik, struktural, semakin banyak aktor-aktornya," kata Busyro.

Untuk menepis berbagai opini yang dianggap menyesatkan itu, KPK menggelar jumpa pers khusus dengan merilis rekaman video dan foto pemulangan Nazaruddin dari Kolombia ke Indonesia. KPK juga merilis rekaman pemeriksaan pertama Nazaruddin, saat dia tiba di kantor KPK pada hari Sabtu pekan lalu hingga Minggu dini hari.

Juru Bicara KPK Johan Budi mencontohkan, soal kekhawatiran Nazaruddin bakal diracun lewat makanannya, KPK merilis video bagaimana Nazaruddin menikmati hidangan berupa masakan padang bersama penyidik KPK yang memeriksanya. "Nazaruddin kan di situ terlihat enjoy menikmati nasi padang," kata Johan.

Waspadai Opini yang Menyesatkan

Posted by Unknown | | Posted in , ,

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi merasa perlu menggelar jumpa pers khusus, hari Kamis (18/8/2011) terkait berbagai pemberitaan menyangkut penanganan mereka terhadap mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.
Masyarakat juga perlu diberi hak untuk memperoleh informasi, jangan sampai mereka kemudian mereka terjebak oleh opini-opini yang dikembangkan.
-- Busyro Muqoddas

Tudingan bahwa KPK melanggar hak asasi manusia karena menghalangi Nazaruddin mendapat pengacara hingga keamanannya terancam karena ada kemungkinan makanannya diracun, membuat lembaga antikorupsi ini merasa sudah ada upaya menyesatkan opini masyarakat.

Jumpa pers yang digelar KPK Kamis sore tadi memang istimewa, karena selain dilakukan di auditorium, bukan di ruangan jumpa pers seperti biasanya, KPK juga merilis rekaman video dan foto, selama pemulangan Nazaruddin dari Kolombia ke Indonesia.

Termasuk yang dirilis KPK adalah rekaman pemeriksaan pertama Nazaruddin, saat dia tiba di kantor KPK hari Sabtu pekan lalu hingga Minggu dini hari.

"Tujuan konferensi pers ini adalah agar masyarakat memperoleh informasi yang sehat, yang lurus dan obyektif berbasis fakta. Sekali lagi berbasis fakta. Nanti fakta-fakta itu akan kami paparkan. Masyarakat perlu dihindarkan dari opini-opini yang menyesatkan, yang datang dari siapa pun juga," kata Ketua KPK Busyro Muqoddas.

Busyro merasa KPK berkepentingan meluruskan opini publik mengingat tudingan terhadap lembaganya cukup nyinyir, antara lain dianggap melanggar hak asasi manusia karena melarang Nazaruddin mendapatkan pengacara.

"Masyarakat juga perlu diberi hak untuk memperoleh informasi, jangan sampai mereka kemudian mereka terjebak oleh opini-opini yang dikembangkan," katanya. 

Presiden Terima Hasil Pemeriksaan BPK Semester I

Posted by Unknown | | Posted in , , ,

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I/2011 Badan Pemeriksa Keuangan 2011 dari pimpinan BPK yang dipimpin Hadi Poernomo, Selasa (4/10/2011), di Kantor Presiden, Jakarta.

IHPS I Tahun 2011 memuat hasil pemeriksaan BPK Semester I Tahun 2011, pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan, dan pemantauan penyelesaian ganti kerugian daerah/negara, termasuk di dalamnya pemantauan terhadap hasil pemeriksaan BPK yang berindikasi kerugian negara/tindak pidana, yang disampaikan kepada instansi yang berwenang (penegak hukum).

Dalam siaran pers yang diedarkan ke wartawan kepresidenan, dijelaskan bahwa obyek pemeriksaan BPK pada Semester I Tahun 2011 terdiri atas entitas pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, serta lembaga atau badan lainnya yang mengelola keuangan negara. Semuanya berjumlah 682 obyek pemeriksaan.

Pemeriksaan diprioritaskan pada pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2010, pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) Tahun 2010, dan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2010, dan LK badan lainnya termasuk Badan Hukum Milik Negara (BHMN).

Selain prioritas pemeriksaan pada laporan keuangan, BPK juga melakukan pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT). Hasil temuan pemeriksaan BPK Semester I Tahun 2011 meliputi 11.430 kasus senilai Rp 26,68 triliun.

Selain LKPP, BPK juga memeriksa LK kementerian negara, lembaga negara, dan lembaga pemerintah non-kementerian. Pada Semester I Tahun 2011 ini, BPK memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas 52 LKKL, opini WDP atas 29 LKKL, dan opini TMP pada dua LKKL tahun 2010.

Secara persentase, proporsi opini WTP dan WDP menunjukkan adanya kenaikan, dan proporsi opini TMP menunjukkan adanya penurunan dibandingkan dengan opini LKKL tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menggambarkan usaha KL menuju arah perbaikan dalam laporan keuangannya.

Pada pemeriksaan atas LKPD Tahun 2010, BPK memberikan opini WTP atas 32 LKPD, opini WDP atas 271 LKPD, opini tidak wajar (TW) atas 12 LKPD dan opini TMP atas 43 LKPD dari 358 LKPD. Terhadap lima LKPD Tahun 2009, BPK memberikan opini TMP.